
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam sejahtera untuk agan-agan semua, semoga
tetap diberikan rahmat oleh Allah SWT. Aamiin
Kali ini ane mau buat thread dari sumber yang
sama, yaitu dari buku karya Mick O’ hare dan seperti biasa, thread ini dibuat
berdasarkan pertanyaan yang ada didalam buku tersebut, dan agan-agan semua bisa
saja mencoba percobaan ini diruma. Langsung saja gan cekidot deh.
Apakah benrar anda bisa mengukur kecepatan
cahaya tanpa apa-apa selain sebatang cokelat dan oven microwave?
Ya, meskipun sebuah kontra-teori mengatakan
bahwa satu-satunya yang anda butuhkan adalah sebatang cokelat dan sekelas anak-anak
sekolah yang hanya menunggu disalahkan... ini benar-benar eksperimen yang
mengejutkan dan benar-benar memungkinkan anda mengukur salah satu dari
dasar-dasar berupa sains-kecepatan cahaya dirumag agan sendiri.
Apa yang saya butuhkan?
ü Sebatang cokelat ( lebih panjang lebih baik )
ü Sebuah mistar / penggaris
ü Sebuah oven microwave
Apa yang harus saya lakukan?
Keluarkan piringan putar dari oven microwave agan, batang cokelat perlu dibuat tak
bergerak. Letakkan cokelat didalam oven dan masaklah dengan kekuatan tinggi
sampai mulai meleleh pada dua atau tiga titik, biasanya dibutuhkan waktu
sekitar 40 detik. Agan harus berhenti sesuda maksimum 60 detik, demi
keselamatan.
Apa yang akan saya lihat?
Karena cokelat itu
tidak berputar, gelombang mikro itu tidak secara merata terdistribusi ke
seluruh batang cokelat dan beberapa titik dicokelat itu akan mulai meleleh pada
wilayah dengan intensitas tinggi atau ‘hotspots’. Singkirkan batang cokelat itu
dari oven dan ukur jarak antara gumpalan yang berdekatan dari cokelat yang
meleleh itu.
Apa yang akan terjadi?
Disini,
frekuensi gelombang mikro menjadi
kuncinya. Sebuah oven standar mungkin mempunyai frekuensi 2,45 GHz (angka
tersebut seharusnya disebutkan dibelakang oven atau didalam buku petunjuk ).
Jika oven anda punya frekuensi 2,45 GHz, artinya microwave itu berosilasi 2.450.000.000 kali dalam sedetik ( Agan
dapat menyesuaikan angka ini tergantung pada oven agan ). Gelombang mikro
adalah bentuk radiasi elektromagnetik dan oleh karena itu berjalan dengan
kecepatan cahaya. Jika Agan mengetahui frekuensi gelombang mikro tersebut,
mengetahui panjang gelombangnya akan membantu Agan menghitung seberapa cepat
cahaya berjalan.
Disinilah
cokelat berfungsi. Jarak antara gumpalan cokelat yang meleleh adalah separuh
dari panjang gelombang mikro di dalam oven Agan, jadi kalikan dua ukuran yang
agan dapatkan dari jarak antara gumpalan lelehan untuk mencari panjang
gelombang mikro. Dalam microwave oven New
Scientist ( percobaan yang dilakukan didalam tulisan ini ), jarak antara
gumpalan cokelat yang meleleh adalah 6 cm, sehingga panjang gelombang dalam
oven 2,45 GHz ini adalah 12 cm. (oven yang dimiliki para New Scientist ).
Untuk
menghitung kecepatan cahaya dalam cm/detik (sentimeter per detik), agan perlu
megalikan panjang gelombang ini dengan frekuensi gelombang mikro : 12 x
2.450.000.000 = 29.400.000.000, yang mendekati kecepatan sesungguhnya dari
cahaya sebesar 29.979.245.800 cm per detik (atau 299.792.458 m per detik
sebagaimana biasanya dinyatakan).
Cobalah
agan paktekan sendiri dirumah agan dengan mengukur seakurat mungkin untuk
mendapatkan angka yang lebih mendekati kecepatan sesungguhnya. Jika batang
cokelat agan dinginkan sebelumnya, bidang-bidang yang meleleh cenderung lebih
berbeda pada saat mereka muncul pertama kali. Tentu saja agan bisa mendapatkan
beragam batang cokelat, yang semuanya lezat rasanya pada saat sedikit meleleh,
akan membantu riset agan. Ilmuwan sejati mengetahui bahwa senantiasa penting
untuk memeriksa ulang hasil yang diperoleh.

.jpg)
.jpg)
