Senin, 31 Agustus 2015

Ia Tidak Pernah Tahu

Ia Tidak Pernah Tahu

Oleh Mbeer


Ia tidak pernah tau, 
tangan yg ia genggam sekarang, 
dulu pernah menggegam tanganku erat 
dan memohon agar tidak pernah dilepaskan.

Ia tidak pernah tau, 
tubuh yg tengah ia idolakan, 
dulu pernah jengah melahap tubuhku 
dan memeluknya habis-habisan.

Ia tidak pernah tau, 
kening tempat kecupnya berpulang sekarang, 
dulu ia pernah meminta-minta 
agar aku menciumnya secara perlahan.

Ia tidak pernah tau, 
rambut yg dengan lembut ia belai sekarang, 
dulu pernah menjamah tanganku, 
meminta mengelusnya seraya mengucapkan 
“tetaplah seperti itu, hingga nanti aku tertidur”.

Ia tidak pernah tau, 
senyum yg sekarang bagai penyemangat paginya itu, 
dulu pernah mencium senyumku, 
dan setelah itu kita berdua tersenyum.

Ia tidak pernah tau, 
cinta yg sekarang ia pamerkan, 
dulu pernah meronta memintaku untuk tinggal.

Dan ia tidak pernah tau. 
Bahwa hingga kini aku tetap mencintainya sebesar itu.




Aku Benci Dengan Perpisahan

"Why did this happen to me?..."

Cuma bisa duduk lemas dengan tatapan mata yang kosong. Dunia seakan kejam, kehidupan seakan tega. Semuanya kejam! Cuma bisa memaki dalam hati. "Aku benci perpisahan!" kenapa harus ada perpisahan di dunia ini? Hidup seakan kosong, seakan semuanya hilang. terbang begitu saja dari kehidupan ini. Pikiran amburadul, kacau, seakan mau pecah kepala!

Berbeda dengan diriku, dirinya terlihat enjoy dan tenang-tenang saja dengan perpisahan ini. Bahagiakah dirinya dengan semua ini? dengan perpisahan ini? 
Aku berpikir dia sudah berubah, tidak seperti dulu. Namun sekarang aku baru sadar, dia tidak berubah. Tapi itulah diri dia yang sebenarnya selama ini.

Kenapa harus ada "Selamat" dikalimat "Selamat Tinggal'? Bukankah yang namanya ditinggalkan dan meninggalkan itu menyakitkan? Meninggalkan orang yang disayang atau bahkan ditinggalkan orang yang disayang. Sama seperti aku yang membenci perpisahan.

Melupakan semua kenangan, kebersamaan dan memori yang sudah dibangun selama bertahun-tahun. Mudah baginya namun sulit bagiku. Tapi aku akan mencoba menjadi seperti dia yang dengan mudahnya melupakan semuanya tentang kita. 





Minggu, 30 Agustus 2015

Dibalik Tegarnya Aku



Dibalik Tegarnya Aku

Oleh Mbeeer


Untuk kamu
Yang merasa aku baik-baik saja tanpamu

Kamu tahu?
Dibalik diriku yang selalu memujamu
Ada diriku yang selalu berdoa rintih sebelum tidur
Agar aku bisa kembali dipertemukan lagi denganmu
Walau hanya sekelebat waktu

Dibalik setiap sajak sendu yang aku tuliskan disini
Ada diriku yang selalu melawan perihnya rasa disetiap kata
Yang menemani jari jemari menari diatas pena

Dibalik jiwaku yang kerap kali terlihat sangat mengagumi hujan
Ada diriku yang selalu menanti pertemuan dengan dirimu
Walau saat itu aku harus berjibaku dibawah teriknya sinar matahari siang itu

Dibalik hinanya aku dihadapanmu
Ada diriku yang tak pernah memandang negatif sedikitpun ke arahmu
Dibalik caci makian yang mereka lontarkan kepadaku
Ada diriku yang selalu berdiri bermimpi
kamu mendukungku

Dibelakang semua nasihat perihal rindu yang mereka tanyakan padaku
Ada aku yang tak pernah bisa sedikitpun menasihati diriku sendiri
agar aku bisa berhenti mencintai kamu

Dibalik setiap surat cinta yang pernah aku tulisi
Ada hal tentang kamu terselip pada beberapa kalimat sendu
Dan dibalik semua rinduku
Ada aku yang menangis

Meminta kita yang dulu..