Ia Tidak Pernah Tahu
Oleh Mbeer
Ia tidak pernah tau,
tangan yg ia genggam sekarang,
dulu pernah menggegam tanganku erat
dan memohon agar tidak pernah dilepaskan.
Ia tidak pernah tau,
tubuh yg tengah ia idolakan,
dulu pernah jengah melahap tubuhku
dan memeluknya habis-habisan.
Ia tidak pernah tau,
kening tempat kecupnya berpulang sekarang,
dulu ia pernah meminta-minta
agar aku menciumnya secara perlahan.
Ia tidak pernah tau,
rambut yg dengan lembut ia belai sekarang,
dulu pernah menjamah tanganku,
meminta mengelusnya seraya mengucapkan
“tetaplah seperti itu, hingga nanti aku tertidur”.
Ia tidak pernah tau,
senyum yg sekarang bagai penyemangat paginya itu,
dulu pernah mencium senyumku,
dan setelah itu kita berdua tersenyum.
Ia tidak pernah tau,
cinta yg sekarang ia pamerkan,
dulu pernah meronta memintaku untuk tinggal.
Dan ia tidak pernah tau.


