Bagas.. adalah
seorang anak berusia 17 tahun. Bersekolah di salah satu SMA swasta di daerah Bekasi.
Cakep, pinter dan berbadan sedikit gemuk. Bagas ini cukup terkenal loh! Serius.
Coba kalian kerumahnya dan tanya Bagas, pasti pada kenal. Ya seenggaknya
terkenal di keluarganya kan gapapa. Hehe. Banyak yang bilang Bagas ini seperti
orang cina, karena Bagas ini putih dan bermata agak sipit, dan sudah pasti Bagas
kalau ketawa sambil merem. Pernah sekali si Bagas ini dikerjain sama
temen-temennya, saat ngumpul bareng temen-temennya dan bercerita tentang hal
lucu yang membuat Bagas tertawa terbahak-bahak dan otomatis Bagas tertawa
sambil menutup mata karna lucunya cerita temannya tersebut. Dan saat buka mata
ternyata temen-temennya Bagas ngumpet ngerjain Bagas. “ Kupret lo ye ngerjain
gue! ” kata Bagas kesal. “ Haha.. Ya
abis lo ketawa sambil nutup mata sih, kita tinggalin aja “ sahut teman Bagas
sambil tertawa.
Bagas ini suka
makan permen karet. Dia selalu membawa beberapa permen karet di kantungnya.
Bagas memakan permen karet ini saat dia merasa bosen dan saat ngga punya
makanan lain yang bisa dia minta dari temannya secara gratis. Ya daripada
gigitin pensil, mending gigit permen karet ( kayak iklan ya.. hehe ). Bagas ini
orangnya rada cuek dan mempunyai sifat pendiam. Terutama kalau lagi tidur. Tapi
ya ngga tentu juga, dia bisa jadi makhluk yang cerewet saat ngumpul dengan
orang yang disukainya.
Dan seperti pada
remaja lainnya, Bagas ini senang dengan musik. Bagas suka music yang menurutnya
enak, terutama musik rock dan
sejenisnya. Bagas ini suka musik rock
dan sejenisnya seperti Guns N Roses, Led Zeppelin, Buckethead, dan masih banyak
lagi. Dan selain menyukai musik, Bagas ini pandai memainkan alat music, yaitu
bass. Bukan bass betot ya. Hehe. Dan Bagas pun suka nyanyi walau
sedikit-sedikit (sedikit ancur suaranya, sedikit bikin orang mual. Hehe). Kalau
bagas sudah nyanyi, teman sebelahnya akan terkejut dan menatap cemas bercampur
heran kepadanya, “ Kamu lagi batuk ya? “
***
Sore itu Bagas lagi
kebingungan di kamarnya, dia sibuk memilih-milih baju yang akan ia gunakan untuk kencan pertamanya. Ya, ini
adalah kencan pertamanya Bagas sama cewek barunya, namanya Dessy. Dessy ini
udah jadi inceran Bagas sejak pertama masuk sekolah. Duile, inceran, udah kayak
Densus 88 yang lagi ngeburu teroris. Hehe. Menurut Bagas, Dessy ini orangnya
itu baik, bisa bikin dia nyaman dan satu lagi, mukanya itu loh, adem banget.
Menurut dia kalo cuaca lagi panas dan
mandangin Dessy itu ngga berasa panas. Lebay ya itu anak! Bagas ini baru jadian
sama ceweknya sekitar 2 minggu yang lalu dan malam ini adalah kencan perdana
Bagas dengan ceweknya. Maka dari itu dia kebingungan mau pake baju yang mana
untuk kencannya, karna dia ingin terlihat rapi, keren dan enak dipandang mata lah sama ceweknya.
Karna saban ari si Bagas ini orangnya cuek sama penampilan, pake celana pendek
lah, pake sandal jepit, kadang pake sandal dijepit ( loh jadi ngawur. ). Maka
dari itu dia ingin merubag image dia
yang terkesan urakan itu didepan ceweknya.
“ Aha! Gue pake
baju ini aja deh. Cocok nih” Bagas sudah menentukan pakaian yang akan dia pakai
untuk kencannya. Kemeja lengan panjang biru kotak-kotak yang digulung setengah
dengan perpaduan celana jeans hitam. Tidak lupa accessories penunjang yaitu jam tangan. Dan tidak lupa Bagas
memakai minyak wangi, biar ngga terkesan bau-bau amat gitu. Hehe.
Malam itu Bagas
sudah rapi, keren dan wangi. Siap untuk berangkat kencan sama ceweknya. Dan tak
lupa ia pun berpamitan sama ibunya.
“Bu, Bagas pergi
dulu ya.”
“Iya. Hati-hati di
jalan ya, nak.” Sahut ibu Bagas.
“Iya bu.
Assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam”
Dan bagas pun
berangkat untuk menjemput kerumah ceweknya menggunakan motor Arashi
tercintanya.
***
Sesampainya di
rumah ceweknya dan mengucapkan salam, Dessy pun keluar rumah.
“Waalaikumsalam”
sahut Dessy.
“Wah kamu cantik
banget malem ini” sahut Bagas sedikit gombal.
“Huuu.. berarti
malem-malem sebelumnya ngga cantik dong?!”
“Cantik kok. Kan
kalo malem ini cantik banget, malem-malem sebelumnya ya cantik aja”
“Ih ngeles aja
kamu! Yaudah yuk kita berangkat”
“Yuk.”
Di tengah
perjalanan menuju ke tempat kencan, tiba-tiba Bagas merasakan ada yang tidak
beres sama motor bebeknya. Dan tiba-tiba motor bebeknya mati! Jalan gamau,
nelor juga ogah! Hehe. Bagas berusaha sekuat tenaga meng-engkol motor bebek
tercintanya.
“Motor kamu
kenapa?” Tanya Dessy.
“Tau nih mogok.”
Sahut Bagas sambil mencoba menyalakan motornya.
10 menit
meng-engkol motornya, tetap tidak ada hasil. Bagas pun teringat kata ayahnya
kalau motornya mogok, coba cek businya, kalau kotor bersihkan pake amplas.
Dengan cekatan, si Bagas pun membuka busi motornya itu, dan langsung
membersihkannya menggunakan amplas yang ada di bagasi motor. Dessy pun memperhatikan
Bagas sedang membetulkan motornya. Keringat pun bercucuran dari jidat Bagas.
Lalu Dessy pun mengelap keringat bagas tersebut. Bagas yang dari tadi sibuk
dengan motornya itu langsung berhenti begitu tangan Dessy mengelap keringatnya.
Dan mereka saling bertatapan sambil tersenyum.
“ Makasih udah di
lap keringetnya” sahut Bagas sambil tersenyum ke Dessy.
“Sama-sama. Gimana
motornya?” Tanya Dessy
“Udah siap nih,
tinggal dipasang aja”
Setelah Bagas
selesai membetulkan motornya, dia pun mencoba menyalakan motornya kembali dan
akhirnya bisa nyala lagi. “Alhamdulillah nyala” kata Bagas merasa lega. Dan
mereka pun melanjutkan perlajanan yang sempat tertunda karena insiden mogok
tadi.
***
Sampai ditempat
tujuan mereka kencan, di sebuah tempat makan yang ya terjangkau lah untuk anak
muda macan Bagas. Setelah mereka memesan makanan, mereka pun menunggu makanan
siap disajikan. Mereka menggunakan moment ini untuk ngobrol.
“Kamu ngerti mesin
ya, Gas?” Tanya Dessy.
“Yah, sedikit”
jawab Bagas singkat.
“Pernah kursus?”
Tanya Dessy ingin tahu.
“Ngga. Cuma kalo
dirumah ada mesin yang rusak, aku yang ngebenerin”
“Wah hebat. Tapi
mesin apa yang kamu benerin? Mesin motor?”
“Bukan.”
“Lah terus mesin
apa?”
“Mesin jahit.
Hihihi ” jawab Bagas ngikik
“Ih dasar kamu ye!
Aku udah serius tau dengernya” jawab Dessy sambil mencubit lengan Bagas.
“Hihi maaf-maaf.
Aku bercanda, ya aku bisa lah sedikit-sedikit kalo benerin motor, ya dalam
kasus yang ringan kayak tadi ya. Kalo yang berat sih ngga bisa. Hehe”
Makanan yang mereka
pesan pun datang. Saat lagi asik menyantap makanannya, tiba-tiba “Deg..” mati
listrik di tempat tersebut.
“Mas, mati lisrik
ya?” Tanya Bagas pada salah seorang pelayan disana.
“Wah iya nih mas.”
Dan akhirnya Bagas
pun melanjutkan makan yang sempat tertunda dengan kondisi gelap gulita. Saat
makan, bagas pun tersedak, dia pun mencari-cari dimana minumannya. Dan ketika
diminum, Bagas pun buru-buru menuntahkannya “Cuih… apaan nih?!” kata Bagas
bingung. Dan ternyata yang dia minum adalah air kobokan yang di sediakan oleh
pelayan rumah makan tersebut. “Kampret!” Bagas kesal. Dan Dessy hanya tertawa
melihat bagas yang salah meminum air.
Akhirnya bagas pun
meminta kepada pelayan rumah makkan tersebut sebuah lilin untuk penerangan.
Setelah menunggu beberapa saat, lilin pun sudah datang dan dinyalakan. Tidak
hanya Bagas yang meminta lilin untuk penerangan, semua pengunjung di sana pun
meminta lilin untuk penerangan.
“Wah jadi romantis
nih. Ceritanya candlelight dinner. Hihi
” kata Bagas.
“Iya nih ya” Sahut
Dessy.
“Bisa dibilang ini
kencan suram aku nih sama kamu”
“Ah, suram gimana
maksud kamu?” Tanya Dessy
“Lah iya, udah tadi
dijalan pake ada insiden motor mogok segala. Udah gitu sekarang lagi makan
berdua malah gelap-gelapan begini” jawab Bagas menjelaskan.
“Ya tapi kan ambil
yang baiknya aja lah, tadi kita emang dapet sial, tapi kan ada sisi
romantisnya.”
“Romantis gimana
maksud kamu?” Bagas ingin tahu.
“Ya iya. Pas tadi
kamu keringetan benerin motor, aku ngelap-in keringet kamu. Terus sekarang nih
, kita judulnya candlelight dinner.
Ya romantis lah biarpun sedikit-sedikit mah. Hehe”
“Hihi bener juga
sih kamu.” Kata Bagas sambil tersenyum.
Dan mereka pun
selesai ber-candlelight dinner.
Setelah membayar ke kasir, Bagas pun mengantar Dessy pulang kerumahnya. Dan
setelah mengantar Dessy pulang, Bagas pun langsung pulang kerumahnya. Di
perjalanan pun dia teringat betapa suramnya kencan dia kali ini, tetapi dia
teringat pula bahwa di kencannya yang suram tersebut ada hal romantis antara
dia dan Dessy.
0 komentar:
Posting Komentar
Jika ada kesulitan, ragu atau apapun. Silahkan poskan komentar dibawah ini. sedikit komentar yang anda tulis, sangat berharga bagi blog ini. Jika ingin Copy-Paste Artikel ini, harap sertakan Sumbernya!