Rabu, 14 Mei 2014

Bagas : Kencan Suram

Bagas.. adalah seorang anak berusia 17 tahun. Bersekolah di salah satu SMA swasta di daerah Bekasi. Cakep, pinter dan berbadan sedikit gemuk. Bagas ini cukup terkenal loh! Serius. Coba kalian kerumahnya dan tanya Bagas, pasti pada kenal. Ya seenggaknya terkenal di keluarganya kan gapapa. Hehe. Banyak yang bilang Bagas ini seperti orang cina, karena Bagas ini putih dan bermata agak sipit, dan sudah pasti Bagas kalau ketawa sambil merem. Pernah sekali si Bagas ini dikerjain sama temen-temennya, saat ngumpul bareng temen-temennya dan bercerita tentang hal lucu yang membuat Bagas tertawa terbahak-bahak dan otomatis Bagas tertawa sambil menutup mata karna lucunya cerita temannya tersebut. Dan saat buka mata ternyata temen-temennya Bagas ngumpet ngerjain Bagas. “ Kupret lo ye ngerjain gue! ” kata Bagas kesal. “  Haha.. Ya abis lo ketawa sambil nutup mata sih, kita tinggalin aja “ sahut teman Bagas sambil tertawa.

Bagas ini suka makan permen karet. Dia selalu membawa beberapa permen karet di kantungnya. Bagas memakan permen karet ini saat dia merasa bosen dan saat ngga punya makanan lain yang bisa dia minta dari temannya secara gratis. Ya daripada gigitin pensil, mending gigit permen karet ( kayak iklan ya.. hehe ). Bagas ini orangnya rada cuek dan mempunyai sifat pendiam. Terutama kalau lagi tidur. Tapi ya ngga tentu juga, dia bisa jadi makhluk yang cerewet saat ngumpul dengan orang yang disukainya.
Dan seperti pada remaja lainnya, Bagas ini senang dengan musik. Bagas suka music yang menurutnya enak, terutama musik rock dan sejenisnya. Bagas ini suka musik rock dan sejenisnya seperti Guns N Roses, Led Zeppelin, Buckethead, dan masih banyak lagi. Dan selain menyukai musik, Bagas ini pandai memainkan alat music, yaitu bass. Bukan bass betot ya. Hehe. Dan Bagas pun suka nyanyi walau sedikit-sedikit (sedikit ancur suaranya, sedikit bikin orang mual. Hehe). Kalau bagas sudah nyanyi, teman sebelahnya akan terkejut dan menatap cemas bercampur heran kepadanya, “ Kamu lagi batuk ya? “


***

Sore itu Bagas lagi kebingungan di kamarnya, dia sibuk memilih-milih baju yang akan  ia gunakan untuk kencan pertamanya. Ya, ini adalah kencan pertamanya Bagas sama cewek barunya, namanya Dessy. Dessy ini udah jadi inceran Bagas sejak pertama masuk sekolah. Duile, inceran, udah kayak Densus 88 yang lagi ngeburu teroris. Hehe. Menurut Bagas, Dessy ini orangnya itu baik, bisa bikin dia nyaman dan satu lagi, mukanya itu loh, adem banget. Menurut dia  kalo cuaca lagi panas dan mandangin Dessy itu ngga berasa panas. Lebay ya itu anak! Bagas ini baru jadian sama ceweknya sekitar 2 minggu yang lalu dan malam ini adalah kencan perdana Bagas dengan ceweknya. Maka dari itu dia kebingungan mau pake baju yang mana untuk kencannya, karna dia ingin terlihat rapi, keren  dan enak dipandang mata lah sama ceweknya. Karna saban ari si Bagas ini orangnya cuek sama penampilan, pake celana pendek lah, pake sandal jepit, kadang pake sandal dijepit ( loh jadi ngawur. ). Maka dari itu dia ingin merubag image dia yang terkesan urakan itu didepan ceweknya.

“ Aha! Gue pake baju ini aja deh. Cocok nih” Bagas sudah menentukan pakaian yang akan dia pakai untuk kencannya. Kemeja lengan panjang biru kotak-kotak yang digulung setengah dengan perpaduan celana jeans hitam. Tidak lupa accessories penunjang yaitu jam tangan. Dan tidak lupa Bagas memakai minyak wangi, biar ngga terkesan bau-bau amat gitu. Hehe.
Malam itu Bagas sudah rapi, keren dan wangi. Siap untuk berangkat kencan sama ceweknya. Dan tak lupa ia pun berpamitan sama ibunya.

“Bu, Bagas pergi dulu ya.”
“Iya. Hati-hati di jalan ya, nak.” Sahut ibu Bagas.
“Iya bu. Assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam”
Dan bagas pun berangkat untuk menjemput kerumah ceweknya menggunakan motor Arashi tercintanya.

***

Sesampainya di rumah ceweknya dan mengucapkan salam, Dessy pun keluar rumah.
“Waalaikumsalam” sahut Dessy.
“Wah kamu cantik banget malem ini” sahut Bagas sedikit gombal.
“Huuu.. berarti malem-malem sebelumnya ngga cantik dong?!”
“Cantik kok. Kan kalo malem ini cantik banget, malem-malem sebelumnya ya cantik aja”
“Ih ngeles aja kamu! Yaudah yuk kita berangkat”
“Yuk.”

Di tengah perjalanan menuju ke tempat kencan, tiba-tiba Bagas merasakan ada yang tidak beres sama motor bebeknya. Dan tiba-tiba motor bebeknya mati! Jalan gamau, nelor juga ogah! Hehe. Bagas berusaha sekuat tenaga meng-engkol motor bebek tercintanya.

“Motor kamu kenapa?” Tanya Dessy.
“Tau nih mogok.” Sahut Bagas sambil mencoba menyalakan motornya.

10 menit meng-engkol motornya, tetap tidak ada hasil. Bagas pun teringat kata ayahnya kalau motornya mogok, coba cek businya, kalau kotor bersihkan pake amplas. Dengan cekatan, si Bagas pun membuka busi motornya itu, dan langsung membersihkannya menggunakan amplas yang ada di bagasi motor. Dessy pun memperhatikan Bagas sedang membetulkan motornya. Keringat pun bercucuran dari jidat Bagas. Lalu Dessy pun mengelap keringat bagas tersebut. Bagas yang dari tadi sibuk dengan motornya itu langsung berhenti begitu tangan Dessy mengelap keringatnya. Dan mereka saling bertatapan sambil tersenyum.

“ Makasih udah di lap keringetnya” sahut Bagas sambil tersenyum ke Dessy.
“Sama-sama. Gimana motornya?” Tanya Dessy
“Udah siap nih, tinggal dipasang aja”
Setelah Bagas selesai membetulkan motornya, dia pun mencoba menyalakan motornya kembali dan akhirnya bisa nyala lagi. “Alhamdulillah nyala” kata Bagas merasa lega. Dan mereka pun melanjutkan perlajanan yang sempat tertunda karena insiden mogok tadi.

***

Sampai ditempat tujuan mereka kencan, di sebuah tempat makan yang ya terjangkau lah untuk anak muda macan Bagas. Setelah mereka memesan makanan, mereka pun menunggu makanan siap disajikan. Mereka menggunakan moment ini untuk ngobrol.

“Kamu ngerti mesin ya, Gas?” Tanya Dessy.
“Yah, sedikit” jawab Bagas singkat.
“Pernah kursus?” Tanya Dessy ingin tahu.
“Ngga. Cuma kalo dirumah ada mesin yang rusak, aku yang ngebenerin”
“Wah hebat. Tapi mesin apa yang kamu benerin? Mesin motor?”
“Bukan.”
“Lah terus mesin apa?”
“Mesin jahit. Hihihi ” jawab Bagas ngikik
“Ih dasar kamu ye! Aku udah serius tau dengernya” jawab Dessy sambil mencubit lengan Bagas.
“Hihi maaf-maaf. Aku bercanda, ya aku bisa lah sedikit-sedikit kalo benerin motor, ya dalam kasus yang ringan kayak tadi ya. Kalo yang berat sih ngga bisa. Hehe”

Makanan yang mereka pesan pun datang. Saat lagi asik menyantap makanannya, tiba-tiba “Deg..” mati listrik di tempat tersebut.
“Mas, mati lisrik ya?” Tanya Bagas pada salah seorang pelayan disana.
“Wah iya nih mas.”

Dan akhirnya Bagas pun melanjutkan makan yang sempat tertunda dengan kondisi gelap gulita. Saat makan, bagas pun tersedak, dia pun mencari-cari dimana minumannya. Dan ketika diminum, Bagas pun buru-buru menuntahkannya “Cuih… apaan nih?!” kata Bagas bingung. Dan ternyata yang dia minum adalah air kobokan yang di sediakan oleh pelayan rumah makan tersebut. “Kampret!” Bagas kesal. Dan Dessy hanya tertawa melihat bagas yang salah meminum air.
Akhirnya bagas pun meminta kepada pelayan rumah makkan tersebut sebuah lilin untuk penerangan. Setelah menunggu beberapa saat, lilin pun sudah datang dan dinyalakan. Tidak hanya Bagas yang meminta lilin untuk penerangan, semua pengunjung di sana pun meminta lilin untuk penerangan.

“Wah jadi romantis nih. Ceritanya candlelight dinner. Hihi ” kata Bagas.
“Iya nih ya” Sahut Dessy.
“Bisa dibilang ini kencan suram aku nih sama kamu”
“Ah, suram gimana maksud kamu?” Tanya Dessy
“Lah iya, udah tadi dijalan pake ada insiden motor mogok segala. Udah gitu sekarang lagi makan berdua malah gelap-gelapan begini” jawab Bagas menjelaskan.
“Ya tapi kan ambil yang baiknya aja lah, tadi kita emang dapet sial, tapi kan ada sisi romantisnya.”
“Romantis gimana maksud kamu?” Bagas ingin tahu.
“Ya iya. Pas tadi kamu keringetan benerin motor, aku ngelap-in keringet kamu. Terus sekarang nih , kita judulnya candlelight dinner. Ya romantis lah biarpun sedikit-sedikit mah. Hehe”
“Hihi bener juga sih kamu.” Kata Bagas sambil tersenyum.

Dan mereka pun selesai ber-candlelight dinner. Setelah membayar ke kasir, Bagas pun mengantar Dessy pulang kerumahnya. Dan setelah mengantar Dessy pulang, Bagas pun langsung pulang kerumahnya. Di perjalanan pun dia teringat betapa suramnya kencan dia kali ini, tetapi dia teringat pula bahwa di kencannya yang suram tersebut ada hal romantis antara dia dan Dessy.




0 komentar:

Posting Komentar

Jika ada kesulitan, ragu atau apapun. Silahkan poskan komentar dibawah ini. sedikit komentar yang anda tulis, sangat berharga bagi blog ini. Jika ingin Copy-Paste Artikel ini, harap sertakan Sumbernya!