Sabtu, 05 September 2015

Nada Dalam Prosa Kita

Oleh Mbeeer



Sayang,
Dulu kita hanyalah sebuah kata.
Yang tercipta terpisah, 
tanpa pernah ada niatan untuk dapat hidup bersama.
Lalu kemudian datang suatu kebetulan 
dimana kita dipertemukan dalam sebuah paragraf prosa.

Saling saut-menyaut antara perasaan masing-masing.
Saling mengidolakan antara satu, dan yg lain.
Hingga tak lama kemudian, 
Cinta tumbuh diantara sela-sela hati kita. 
Perlahan membesar dan terus membesar.
Memberi sealun nada di kehidupan baru kita.

Sayang,
Kita adalah sebuah Lagu.
Aku dan Kamu Lirik-nya.
Sedangkan cinta adalah nada pengiringnya.

Kita terus dinyanyikan saat itu.
Dari siang, 
hingga menjemput malam.
Dari masalah, 
hingga terselip sebuah senyuman.
Dari berjalan, 
hingga berharap untuk mampu menyerah.
Kita adalah sebuah symphony yang terus-menerus dialunkan.

Kemudian,
datang suatu hari dimana nada dipaksa pergi meninggalkan kita. 
Memisahkan aku dan kamu kembali menjadi sebuah kata.

Dengan sulitnya rasa ikhlas,
Aku berusaha mengumpulkan kamu lagi disetiap harinya.
berharap bakal ada suatu nada hinggap diantara kita lagi.
Walau hari itu, 
hingga kinipun tak kunjung menghampiri.

Hingga pada akhirnya, Sayang.
Sudah terlalu banyak kamu dalam aku.
Sudah terlalu banyak rindu dalam sendu.

Kamu sudah menjadi kumpulan puisi dalam hati.
Dan oleh karena itu,
diary kecilku ini akan selalu mengabadikan kamu.
Berharap suatu hari kamu mampir untuk membaca.
Lalu menimbulkan sedikit lagi nada di sela-sela hati kita.

Ya..
Suatu hari..
Kata akan diiringi menjadi sebuah prosa lagi.
Sebuah prosa yg diiringi nada.
Yang akan kita lantunkan secara ceria, 
layaknya dulu kala.

Hingga pada akhirnya, 
cerita kita abadi, pada hati para pembaca setianya.


0 komentar:

Posting Komentar

Jika ada kesulitan, ragu atau apapun. Silahkan poskan komentar dibawah ini. sedikit komentar yang anda tulis, sangat berharga bagi blog ini. Jika ingin Copy-Paste Artikel ini, harap sertakan Sumbernya!