“Huuftttt…” Cuma itu yang bisa saya
lakukan. Ya, menghela nafas panjang. Pikiran jelek ini terkadang masih selalu
muncul di pikiran saya, rasa takut, cemas, was-was dan curiga pun juga tak
kunjung hilang. Saya bingung harus berbuat bagaimana, ini seperti efek jangka
panjang yang di akibatkan oleh satu masalah besar yang menimpa saya. Saya sudah
mencoba bersikap biasa saja, bahkan sampai bersikeras untuk mengilangkannnya,
tapi masih belum bisa.
Saya cuma ingin semua normal kembali, tanpa ada perasaan atau pikiran seperti itu. Mendekatkan diri pada tuhan, ya, sudah saya lakukan. Tapi perasaan dan pikiran tersebut masih belum bisa pergi dari diri saya. Sabar? Ya, ini sedang saya lakukan sampai saat ini. Dan mungkin di tambahkan dengan kata-kata seperti ini “ yaudah sabar aja. Biar waktu yang menjawab”. Mau sampai kapan waktu bisa menjawab? . Kalau di bilag capek, ya jujur saja capek selalu di ganggu oleh pikiran dan perasaan seperti ini. Jujur saja, pikiran dan perasaan seperti ini amat sangat mengganggu sekali. Saya hanya bisa mengeluh pada-Mu Ya Allah, Engkaulah yang pertama untuk tempat saya berkeluh-kesah, selanjutnya yaitu orang terdekat saya. Saya tidak punya lagi orang yang saya percaya untuk mendengarkan semua keluh kesah saya, hanya dia satu-satunya orang yang bisa saya percaya, tidak ada lagi. Semua saya keluhkan padanya, bahkan tentang perasaan dan pikiran yang saya alami ini.
Saya cuma ingin semua normal kembali, tanpa ada perasaan atau pikiran seperti itu. Mendekatkan diri pada tuhan, ya, sudah saya lakukan. Tapi perasaan dan pikiran tersebut masih belum bisa pergi dari diri saya. Sabar? Ya, ini sedang saya lakukan sampai saat ini. Dan mungkin di tambahkan dengan kata-kata seperti ini “ yaudah sabar aja. Biar waktu yang menjawab”. Mau sampai kapan waktu bisa menjawab? . Kalau di bilag capek, ya jujur saja capek selalu di ganggu oleh pikiran dan perasaan seperti ini. Jujur saja, pikiran dan perasaan seperti ini amat sangat mengganggu sekali. Saya hanya bisa mengeluh pada-Mu Ya Allah, Engkaulah yang pertama untuk tempat saya berkeluh-kesah, selanjutnya yaitu orang terdekat saya. Saya tidak punya lagi orang yang saya percaya untuk mendengarkan semua keluh kesah saya, hanya dia satu-satunya orang yang bisa saya percaya, tidak ada lagi. Semua saya keluhkan padanya, bahkan tentang perasaan dan pikiran yang saya alami ini.


0 komentar:
Posting Komentar
Jika ada kesulitan, ragu atau apapun. Silahkan poskan komentar dibawah ini. sedikit komentar yang anda tulis, sangat berharga bagi blog ini. Jika ingin Copy-Paste Artikel ini, harap sertakan Sumbernya!