Dalam diam, aku merasakan sakit.
Dalam diam, aku berdusta kepada diriku sendiri.
Bayang-bayangmu bersama orang lain selalu di pikiranku,
menghantuiku setiap saat, setiap waktu.
Entah mengapa Allah memberikan ini semua kepadaku?
Ingin rasanya aku menjerit, berteriak, dan menangis agar Allah mengerti,
betapa sedih dan terpuruknya diriku.
Sungguh, aku tak mengerti, aku tak paham.
Seperti ada batu karang yang tumbuh di dalam danau..
Seperti ada duri yang tumbuh di permukaan kulit..
Kehidupan tenangku terganggu oleh sebuah nelangsa..
Seperti tersambar petir yang datang bertubi-tubi..
Saat aku ingat dengan jelas akan hal itu…
Jiwa ini terasa tidak
sejajar lagi dengan raga..
Hati ini tidak lagi sejajar dengan logika..
Aku ingin tenang seperti gurun pasir, meskipun banyak kaktus
tumbuh dan angin berhembus, tetap
terlihat tenang..
Ya Allah.. Engkaulah yang mengetahui betapa sayang dan
cintanya aku kepada dirinya.
Ya Allah.. Engkaulah yang mengetahui betapa besar harapanku
kepadanya.
Sampai kapan aku harus berada dalam bayang-bayang mimpi
buruk yang tiada akhir ini?
Disaat orang yang aku cintai dan aku sayangi sedang
menikmati mimpi indah dan saling bertukar rasa sayang dan rindu kepada lelaki
lain, lelaki yang sudah merenggut kebahagiaanku bersamanya.

0 komentar:
Posting Komentar
Jika ada kesulitan, ragu atau apapun. Silahkan poskan komentar dibawah ini. sedikit komentar yang anda tulis, sangat berharga bagi blog ini. Jika ingin Copy-Paste Artikel ini, harap sertakan Sumbernya!